“Operator Bajay”

BajayKendaraan roda tiga, berwarna merah bata, dengan suara knalpot berisik, brkbkbkbkbkbkb….brkbkbkbkbkbk…

Aku dipinjami kendaraan ini oleh Bos ku. Ya… tentunya bukan “free of charge”, tiap hari aku harus setor 20 ribu perak, isi bensin seharian bisa sampe 60 ribu perak, buat makan ya… 15 ribu perak. Hmmm… 95 ribu perak cuma buat “modal” aja tiap harinya.

Hari gini cari penumpang susah, mana saingan makin banyak, bajaj gas, kancil, taksi gelap. Orang kaya di Jakarta juga makin banyak, dah punya kendaraan sendiri, gak butuh bajaj lagi.

Aku harus dapet lebih dari 95 ribu perak, supaya anak istri di rumah bisa turut menikmati jerih payahku, keringatku, pengorbananku menghisap carbonmonoksida.

Ditengah-tengah perjuanganku, ada juga orang-orang yang dateng, pake mobil dines, ada lampu kelap-kelipnya, pastinya mereka itu tidurpun udah dibayar sama negera, meminta sebungkus rokok…

Itu terjadi setiap hari, Aku dan temen-temen kena iuran 3 ribu perak perorang buat nyerpis entu orang-orang, yang tulisan di mobilnya “KAMI SIAP MELAYANI ANDA”, tapi koq malah DIA yang dilayani…

Reformasi apaan? cuma teori doank, apa karena belum remunerasi terus ENTE P****I minta-minta ama kami, yang belum tentu bisa bawa duit buat dibawa pulang.

WAHAI P****I, kalo mau reformasi beneran jangan NATO deh… yang penting prakteknya tidak memalak “operator bajaj”

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.