“Prinsip Hidup”
Saya akan lakukan apapun untuk kelangsungan hidup anak, cucu, dan generasi selanjutnya.
Supaya mereka bisa bekerja, bisa kaya, saya akan suap siapapun di negeri ini. Saya tidak peduli dengan kemampuan keuangan saya yang minim. Uang bisa dicari, dengan cara apapun. Saya pun menerima uang suap koq…
Saya tidak peduli dengan dosa yang akan saya tanggung.
Anak, cucu, dan generasi yang akan datang boleh saja tau, bahwa mereka bisa bekerja karena saya menyuap bos-bos tempat mereka bekerja atau minta bantuan kenalan-kenalan terdekat bos. Dan mereka harusnya berterimakasih atas pengorbanan saya, bukannya menyalahkan saya.
Saya telah korbankan raga saya, tidak memiliki harga diri dihadapan orang-orang yang saya suap.
Saya telah korbankan jiwa saya, tidak memiliki masa depan yang cerah di akhirat nanti, karena sudah jelas “orang yang menyuap dan yang disuap tempatnya di neraka”.
Wahai anak, cucu, dan generasiku, nikmatilah rezeki yang telah engkau peroleh, pertahankanlah, dengan cara apapun juga. Kalo perlu, lakukanlah apa yang telah pernah aku lakukan untuk menjamin masa depan kalian dan keturunan kalian.
Semoga tuhan ingat untuk mengampuni dosa saya yang sudah menjadi berjuta kali lipat karena membiarkan anak, cucu, dan generasi selanjutnya menikmati rejeki dari hasil menyuap….